Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke Facebook
Kabar Kalsel - Ada banyak kegiatan positif yang bisa diikuti oleh anak muda khususnya pelajar selain menuntut ilmu di sekolah. Tidak hanya dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, beragam kegiatan di luar sekolahpun bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu sembari menambah ilmu dan wawasan. Bidangnyapun beragam, mulai dari olah raga, kesenian, akademik hingga lingkungan seperti yang diikuti oleh Kader Konservasi SMA N 1 Alalak, Batola Kalimantan Selatan.
 |
Pelatihan Cara Penanganan Ketika Digigit Ular |
 |
Pengenalan Ciri dan Karakteristik Ular |
Mendengar istilah kader tentunya sering diidentikan dengan partai politik, namun yang satu ini berbeda. Kader Konservasi sebagaimana namanya, adalah sekelompok pelajar yang telah dilatih, dididik atau ditetapkan oleh pemerintah atau lembaga non pemerintah yang secara sukarela berperan sebagai penerus upaya konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya, bersedia serta mampu menyampaikan pesan-pesan konservasi kepada masyarakat.
 |
Penangkaran Kura Darat Raksasa/Kura Kaki Gajah (Manouria emys) |
Kader Konservasi didiklat oleh Lembaga Biodiversitas Indonesia bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan. Beragam pelatihan dan pendidikan mengenai konservasi telah di lalui oleh Kader Konservasi, salah satu yang menjadi pengalaman tidak terlupakan bagi mereka adalah saat diklat di Pulau Bakut, Barito Kuala-Kalsel yang merupakan habitat berbagai satwa salah satunya adalah Maskot Kalsel yaitu Bekantan (Nasalis larvatus).
 |
Pengenalan Lingkungan/Habitat |
 |
Observasi Kawasan Konservasi TWA Pulau Bakut |
.JPG) |
Penanaman Pohon Galam (Malaleuca cajuputi) |
 |
Pelepasan Kura di Kawasan TWA Pulau Bakut-Batola |
Di Pulau kecil yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi dan Taman Wisata Alam ini mulai dari kegiatan Birding, pengenalan ekosistem hingga pelepasan satwa lakoni. Bahkan saat pelepasan kura mereka rela bercebur karena Pulau Bakut adalah kawasan pasang surut yang datarannya akan terendam ketika air pasang. Erna, salah satu kader menuturkan kegiatan ini merupakan pengalaman pertama baginya. Perempuan yang juga aktif sebagai tim paskibra ini mengaku sangat senang dan menikmati kegiatan pelatihan. "Ini pertama kalinya aku ikut kegiatan seperti ini, meski harus sedikit basah-basahan tapi seru", pungkasnya.
 |
Pameran Foto Wild Life |
 |
Sosialisasi Save Our Mascot (Bekantan) |
Sederet kegiatan lain yang dijalani oleh anggota Kader Konservasi juga tidak kalah menarik, beberapa diantaranya pengenalan reptil bersama pakar reptil Australia, penanaman pohon, diskusi isu lingkungan, pameran foto wild life dan kegiatan lainnya. Namun, kendati cukup padat diakui mereka kegiatan tersebut tidak mengganggu aktifitas belajardi sekolah. "Semua kegiatan kami lakukan di luar jam belajar disekolah, untuk kegiatan yang hampir sehari penuh biasanya dipilih hari Minggu", ujar Riana Ketua Kader Konservasi.
Ketika ditanya mengenai harapan kedepan Kader Konservasi, Aprina salah satu anggota kader berharap timnya bisa memberikan kontribusi lebih besar bagi Lingkungan Hidup, khususnya Pulau Bakut. "Mudahan-mudahan nantinya kita bisa berbuat lebih banyak dalam bidang konservasi lingkungan, khususnya flora dan satwa di Pulau Bakut tempat pertama kali kami didiklat", paparnya.
0 komentar:
Poskan Komentar