Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Posted in: Kabar Banua
![]() |
Bekantan Yang terdesak dari Habitat Aslinya |
Kabar Kalsel - Kegiatan alih fungsi hutan khususnya mangrove tak bisa dipungkiri menjadi salah faktor penyebab terdesaknya populasi Bekantan (Nasalis larvatus) di Kalimantan Selatan. Satwa endemik yang telah ditetapkan sebagai maskot provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan SK Gubernur Kalsel No. 29 Tahun 1990 tanggal 16 Januari 1990 tersebut mengalami penurunan jumlah populasi yang sangat signifikan. Populasi "Proboscis Monkey" pada tahun 1987 di Kalimantan diperkirakan ada sekitar 260.000 ekor hanya tersisa sekitar 25.000 ekor pada tahun 2008.
Degradasi yang sangat cepat terhadap hutan mangrove di pesisir dan kawasan tepi sungai yang merupakan habitat utama mereka tinggal akibat penangkapan udang dan ikan secara ilegal, produksi arang, pertambangan batu bara, industri di kawasan pesisir dan pembukaan lahan untuk perusahaan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) harus menjadi perhatian khusus.
Komunitas Sahabat Bekantan |
Meski Bekantan (Nasalis larvatus) bisa memakan makanan subtitusi seperti pucuk Paku Laut (Acrostichum aureum), Kelakai (Stenochlaena palustris), dan pucuk serta buah beberapa jenis tumbuhan lainnya. Pedada (Soneratia caseolaris) tetap menjadi vegatasi yang sangat vital sebagai pakan utama sekaligus tempat beristirahat serta beraktifitas Bekantan. Karenanya, pelaku alih fungsi hutan jangan tutup mata terhadap nasib maskot kebanggaan warga Kalsel ini.
![]() |
Agustina Ambar Pertiwi, Duta Bekantan |
Bertepatan dengan momen hari Pohon Sedunia, Agustina Ambar Pertiwi sebagai Duta sekaligus koordinator Sahabat Bekantan mengaku sangat miris melihat maraknya alih fungsi hutan tanpa mengindahkan habitat satwa khususnya Bekantan. Ia berharap para pelaku alih fungsi hutan tidak hanya bisa "merusak" tetapi harus dapat ambil bagian dalam upaya konservasi satwa khususnya "Proboscis Monkey".
"Kami Komunitas Sahabat Bekantan tidak melarang siapapun menjalankan usaha, tetapi setiap kegiatan yang bersinggungan dengan habitat satwa khususnya Bekantan, maka pertimbangkanlah secara bijaksana dan senantiasa memperhatikan prinsip keseimbangan lingkungan", paparnya.

0 komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan sopan, isi komentar menjadi tanggung jawab individu yang bersangkutan.