Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Kabar Kalsel - Madrasah Diniyah Awaliyah Nurul Islam adalah sekolah berbasis keagamaan yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat. Sekolah yang dibangun pada tahun 2001 ini terletak di Jl. Trans Kalimantan Km 11 Desa Sei Lumbah Kec. Alalak Kab. Barito Kuala, Kalimantan Selatan. MDA Nurul Islam yang kini telah memiliki sekitar 60-an siswa tersebut kondisinya sangat memprihatinkan.
![]() |
MDA Nurul Islam |
Dinding bangunan sekolah yang berbahan kayu tampak sudah mulai lapuk dan banyak yang berlubang, begitupula dengan lantai kelas. Kursi dan meja belajar siswapun keadaanya tidak jauh lebih baik, beberapa meja tetap digunakan setelah mendapatkan perbaikan seadanya. Meski terlihat kurang layak para siswa tetap antusias serius memperhatikan saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Jam operasional sekolah di mulai sekitar pukul 14.00 Wita, biasanya sudah selesai paling lambat pukul 17.30 Wita. Umumnya siswa yang bersekolah di MDA Nurul Islam juga berstatus sebagai murid SDN terdekat. Untuk kegiatan belajar mengajar sekitar 60-an murid tersebut mengandalkan 3 tenaga pengajar yaitu Hasanuddin, Rahmat dan Kamila. Kerap kali Johansyah selaku kepala sekolahpun turut membantu kegiatan belajar mengajar terutama ketika ada salah satu di antara 3 tenaga pengajar tersebut berhalangan untuk hadir.
Dana operasional yang sangat terbatas membuat rencana untuk rehab bangunan seakan mustahil. Jangankan untuk melakukan rehab, gaji untuk 3 orang guru saja tidak cukup dan harus mengandalkan bantuan dari Kementiran Agama, itupun jumlahnya tak seberapa. Setiap guru hanya mendapat honor sekitar Rp. 100 ribu/bulan. Iuran yang hanya Rp 3 ribu per siswa tiap bulannya hanya cukup untuk membeli kapur tulis, perbaikan kursi dan meja serta biaya bulanan rutin lainnya. Andaipun ada perbaikan yang dirasa sangat perlu, biasanya harus menunggu akhir tahun. Sebab saat itulah para orang tua murid bisa berpartisipasi dengan menyisihkan sedikit hasil panen padi mereka untuk sekolah.
Keadaan ini sungguh ibarat bumi dan langit jika dibandingkan dengan Global Islamic Boarding School (GIBS) yang berjarak hanya sekitar dua kilometer dari MDA Nurul Islam. Padahal keduanya sama-sama sekolah yang berbasis pendidikan Agama Islam.
Sungguh mengherankan jika sekolah ini nyaris tak tersentuh bantuan-bantuan sosial sebab sekolah ini terletak persis di tepi jalan raya Trans Kalimantan yang hanya berjarak kurang dari 10 kilometer dari Kota Banjarmasin, serta berada di wilayah Kecamatan Alalak yang merupakan salah satu kecamatan dengan pertumbuhan paling pesat di Kabupaten Batola (mj).
0 komentar:
Poskan Komentar